Selasa, 25 Desember 2018

Sampah jiwa tempat bersarangnya bangsa jin

Sampah jiwa sarana hadirnya bangsa jin

Gangguan jin karena adanya sampah jiwa

Dwi Apriyanto Malang:

*Sampah jiwa itu kata Ibn Qoyyim*

1. Syirik sughro (syirik kecil)

Syirik jenis ini tidak sampai membatalkan keislaman,tapi bisa membatalkan semua pahala amal.kata Ibn Taimiyah,dosanya syirk sughro itu lebih besar daripada berzina,membunuh dsb
Syirik sughro itu : riya',ujub,sum'ah (suka kemasyhuran),sabaqiyah (merasa senior),sombong dan takabbur

2.Bid'ah
Dosanya dibawahnya syirik

3. Dosa2 besar
Semua dosa yg ada adzabnya di dunia,di kubur dan di akhirat.banyak sekali dosa2 besar itu spt meninggalkan ketaatan kpd Allah,lupa bersyukur,dusta,hasud,zina,riba,dan ada banyak sekali dosa2 besar

4. Dosa2 kecil
Semua dosa yang bila menumpuk bisa menjadi dosa besar
Seperti mengkomen seseorg dg batin kita
Diriwayatkan bahwa Aisyah ra pernah 1 kali mengkomen seseorang dg batinnya,lalu oleh Nabi saw disuruh memuntahkan,dan keluar daging busuk berwarna hitam dan sdh keluar belatungnya
Mungkin kalo kita disuruh Nabi saw memuntahkan,daging busuk yang keluar takkan bisa ditampung oleh kolam renang krn bnyaknya

5. Melakukan hal2 yg sia2
Di surat Luqman:6,Allah akan meng'adzab orang yang suka bicara sia2

6. Berlebihan dalam melakukan satu amal dan meninggalkan amal2 yang lain

Itu garis besar sampah2 hati

Jawaban ust Dwi Aprianto atas pertanyaan saya di grup Instagram.

RQS Ruqyah Terapi Bekasi 0817 6866 747

ruqyahquranicsolution.blogspot.com

Sabtu, 15 September 2018

Terapi ruqyah ain dengan hp


*Terapi pasien terkena ain jin melalui HP*

Saat saya ada di Jawa tengah(kota Klaten) mengikuti pelatihan Herbal pembuatan sabun, di Jogjakarta jam 19.00 tgl 15/September malam hari hp saya berdering ,minta tolong seorang bapak ,anaknya seorang ahwat lagi kesurupan di Bandung(jawa barat),

Saya diminta tolong untuk datang ke rumahnya,
Saya jawab saat ini saya ada di Jawa tengah.
Dan saya berinisiatif untuk menterepi lewt hp.
Dan saya minta tolong pada bapak nya dan ibunya agar tangan kedua orang tuanya,ditempelkan di kepala anaknya,yang saat itu kesurupan,dan di hp saya suara anaknya sangat jelas saat reaksi.

Dan saya bimbing untuk berdoa(meruqyah) kepada anakya


Karena doa orangtua termasuk doa yang terkabul, dan tidak memiliki penghalang menuju Allah

Rasulullah SAW bersabda :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga macam doa yang mustajab, dan tidak ada keraguan di dalamnya.

Yaitu : doa orangtua, doa seorang musafir, dan doa orang yg terzalimi"

(HR. Al-Bukhari / Al-Adab, Al-Mufrad-32, Abu Dawud).

Orang tuanya ayah dan ibunya saya bimbing untuk berdoa

Berbunyi kurang lebih

_Ya Allah mohon Engkaulah yang maha segalanya penyembuh,dari segala  macam penyakit medis dah non medis,
Melalui bacaan Al-Quran hamba,mohon agar engkau kembalikan pada Fitrah pada anak hamba jiwa dan raganya,dan kalau di dalam tubuh Anaj hamba ada jinnya mohon dengan ijinya keluarkan dari tubuh Anak hamba ya Allah,dan berikan kesehatan lahir dan batinnya.

Setelah itu Oran tuanya membacakan surat alfatihah dan ditiupkan pada kepala anaknya.

Masya Allah anankhya mulai sadar dan sudah di ajak komnks oleh orang tuanya,bahkan kepala yg saat itu sakit,Allah sembuhkan.
Masya Allah,dan badan sudah mulai ringan.yg awalnya berat kata anaknya.

Dan selanjutnya kedua orang tuanya kita bimbing untuk membuat air ruqyah,dan di minum oleh anaknya,

Setelah anaknya sadar saya(Hari Efendi Wijaya) ,mulai mengajak komnks dengan anaknya kenapa sampai kok kesurupan(tidak sadar).

Saat saya tanya katanya setelah menginjak ( sesuatu di rumah ,sang anak tidak mau menyebutkan apa jenis bendanya,kaya ada perasaan takut menyampaikan)setelah itu tiba tiba langsung kesurupan,
Setelah tahu hasil diagnosa
anaknya mulai saya bacakan ayat ayat ruqyah,dengan melalui HP(hal ini di bolehkan oleh. Syaikh abu bara)
Dan selanjutnya sang orang tua saya suruh *ambil bekas* saat anak dimana tempat itu saat kesurupan,dengn tisu ,
Dugaan saya sang anak terkena *Ain Jin*.
Dab setelah itu tisunya di masukkan ke air dan airnya di mandikan ke anaknya dari kepala sampai rata,
Alhamdulillah setelah mandi air terapi pembatal Ain ,tubuh anaknya jauh lebih segar dan ringan.

*Catatan*

Saat kita akan menterapi kasus ain, seorang peruqyah harus punya data yang detail.


Ada beberapa cara terapi ain

1 mengambil bekas wudhu dan di pakai mandi kalau mengetahui si pelempar ain.

2 Mengambil bekas nya.

*Penjelasan tentang ain*
.
✅ catatan
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu ‘ain insi atau ‘ain yang berunsur manusia, dan ‘ain jinni atau ‘ain yang berunsur jin.

Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim serta yang lainnya, diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain.

*Apakah Penyakit ‘Ain Benar Adanya?*

Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).

“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam”(Imam Ahmad)
Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.

*Bagaimana Cara Kerja Penyakit ‘Ain?*

Ibnu Hajar berkata : “Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya: ‘Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh?’. Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.

Oleh karenanya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain, dan Setan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama ALLAH sehingga bisa berpengaruh pada jasad orang yang didengki dengan izin ALLAH jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.

Ibnu Jauzi berkata : “Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi karena orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh).

Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.
Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”

Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang “kosong” dari dzikir kepada Allah swt. Allah berfirman di dalam Alqur’an yang artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)”.” (QS. Al-Qalam : 51).

Imam Al-Qasthalani berkata : Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbanya!!

*Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena ‘Ain?*

A. Pada Orang Dewasa Yang sehat Jasmani
1.) Kepala pusing
2.) Wajah yang menguning
3.) Banyak berkeringat
4.) Banyak Kencing
5.) Sering ingin muntah dan menguap
6.) Sedikit tidur atau banyak tidur
7.) Tidak mempunyai nafsu makan
8.) Basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada.
9.) Nyeri pada bagian punggung dan antar kedua pundak
10.) Tidak bisa tidur pada waktu malam
Tanda – tanda di atas terkadang ada baik semua maupun sebagian, tergantung pada kekuatan ‘ain tersebut dan banyaknya orang yang menyebabkan penyakit ‘ain, sebagaimana tanda – tanda ini juga terdapat pada orang yang tidak terkena penyakit ‘ain atau karena orang tersebut dijangkiti penyakit medis pada anggota badan atau jiwanya.
B. Pada Bayi, Balita dan Anak – anak
1.) Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung hentiAisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)
2.) Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas
3.) Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas
4.) Kondisi tubuh yang sangat kurus kering. Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).

✍ Hari efendi wijaya
📱Dpw qhi Jabar
📱Alumin dauroh ruqyah syar'iyyah syaikh Abu bara (Jordan)
☎0896-8088-6277 (wa)

_Barakallahu fikum_

Silahkan sher barangkali ada yang membutuhkan.
🔁Dishare by
*RQS Ruqyah Terapy Bekasi 08176866747*

ruqyahquranicsolution.blogspot.com

Rabu, 22 Agustus 2018

Ruqyah Melepas Jin Khodam



🐫 *Teknik Melepas Jin Khodam*

Jin khodam atau prewangan adalah jin secara khusus berinteraksi dengan manusia dan dimintai jasanya. Kali ini kita tidak sedang membahas hukumnya. Tetapi _cara sederhana berlepas diri_ dari khodam yang pernah membantu tersebut.

Mengapa perlu berlepas diri ?
Perjalanan pengalaman hidup kadang adalah guru paling bijak. Salah satu pelajaran penting dalam urusan jin adalah jangan pernah bekerja sama dengan mereka. Karena _tidak ada yang gratis_ dalam kerjasama itu, dan selalu ada *resiko berat di kemudian hari.* Jika saat ini masih merasa dibantu oleh jin, segara pikirkan ulang.

Jika sudah terlanjur, gimana cara melepasnya?
_Diruqyah..,_ ini jawaban yang lazim kita dengar.
_Ikrar pemutus..,_ ini juga yg pernah kita tahu.

Adakah cara yang *lebih sederhana, dan menenangkan hati?* Ada.

Simak kisah dalam Tafsir Ibnu Katsir berikut. Penggalan kisah dalam Tafsir Surah *Al Ahqaf ayat 29-32.*

Kisah ini tentang Sawad Ibnu Qarib r.a. beliau sebelum masuk Islam adalah *tukang tenung.*

📜 Berikut penuturan _Umar Bin Khaththab:_

Umar berkata kepadanya, "Hai Sawad, ceritakanlah kepada kami kisah permulaanmu masuk Islam."

Sawad r.a. menceritakan bahwa sesungguhnya ketika ia tinggal di *India,* dia mempunyai teman jin.

Sawad melanjutkan kisahnya, "Ketika aku sedang tidur di suatu malam, tiba-tiba teman jinku datang kepadaku dalam mimpiku, lalu berkata kepadaku, 'Bangunlah dan pahami serta pikirkanlah, jika engkau berakal. Sesungguhnya telah diutus seorang rasul dari keturunan Lu'ay ibnu Galib'.

Lalu jin itu mengucapkan syair berikut,

🎶 _'Aku merasa heran dengan jin dan gerakannya dalam mempersiapkan unta kendaraannya, lalu memacunya menuju ke Mekah mencari petunjuk._

_Tiadalah jin yang baik itu sama dengan jin yang jahat._

_Maka bangkitlah kamu menuju ke manusia yang terpilih dari kalangan Bani Hasyim, dan perhatikanlah apa yang diajarkannya.'_

Kemudian jin itu menyadarkanku dan membuatku terkejut, lalu berkata, 'Hai Sawad ibnu Qarib, sesungguhnya Allah telah mengutus seorang nabi. Maka bangkitlah kamu menemuinya, niscaya engkau mendapat petunjuk dan bimbingan."

Pada _malam kedua_ dia datang lagi dan membangunkan diriku seraya mengucapkan,

🎶 _'Aku heran dengan jin dan pencariannya, dia mempersiapkan kendaraannya dan memacunya menuju ke Mekah mencari petunjuk. Tiadalah kedua telapak kakinya sama dengan ekornya._

_Maka bangkitlah kamu menemui orang pilihan dari Bani Hasyim._

_Tiadalah jin yang beriman itu sama dengan jin yang kafir.'_

Dengan *berulang-ulangnya kejadian itu* terhadap diriku, maka timbullah dalam hatiku rasa cinta kepada Islam dan ingin tahu akan Rasulullah Saw. menurut apa yang dikehendaki oleh Allah Swt.

Maka aku berangkat dengan mengendarai unta kendaraanku yang telah kupersiapkan untuk itu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh sampailah aku kepada Rasulullah Saw. yang saat itu beliau di Mekah. Sedangkan orang-orang yang mengelilinginya masih belum begitu banyak.

Ketika Nabi Saw. melihatku, maka beliau bersabda, 'Selamat datang denganmu, hai Sawad ibnu Qarib, kami telah mengetahui apa yang telah disampaikan olehnya.'

Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, saya telah menggubah syair. Maka dengarkanlah syair saya ini.' Rasulullah Saw. bersabda, 'Bacakanlah, hai Sawad!' Maka aku membacakan syairku:

🎶 _Jin temanku telah datang di malam hari sewaktu tidur. Dan apa yang kualami dalam tidurku itu bukanlah dusta._

_Tiga malam berturut-turut dia datang dengan mengucapkan,_

 _'Telah datang kepadamu seorang Rasul dari Bani Lu'ay ibnu Galib.'_

_Maka kusingsingkan kainku dan kukendarai unta kendaraanku menempuh padang pasir. Dan aku bersaksi bahwa Allah tiada Tuhan selain Dia (yang berhak disembah), dan bahwa engkau adalah orang yang tepercaya terhadap semua yang ghaib. Dan bahwa engkau adalah rasul yang paling dekat hubungannya dengan Allah, hai putra orang-orang yang mulia lagi baik._

_Maka perintahkanlah kepadaku sesuai dengan apa yang disampaikan kepadamu, wahai sebaik-baik rasul. Sekalipun memerintahkan kami untuk memasuki sarang serigala._

_Semoga engkau menjadi syafaatku kelak di hari yang tiada pemberi syafaat kepada Sawad ibnu Qarib selain engkau._

Setelah mendengar syair itu Rasulullah Saw. tertawa sehingga kelihatan gigi serinya, dan berkata kepadaku, 'Engkau beruntung, hai Sawad'."

--
Lalu Umar r.a. bertanya kepadanya,

 "Apakah teman jinmu itu _masih juga datang kepadamu?"_

Sawad menjawab, *"Sejak aku membaca Al-Qur'an, dia tidak pernah lagi datang kepadaku.* Dan sebaik-baik pengganti adalah Kitabullah."

Kemudian Imam Baihaqi menyandarkan hadist ini melalui dua jalur yang lain.

---
📝 Apa pelajaran penting dalam kisah diatas?

Saat hati dan diri kita telah diisi dg Al Qur'an, dan *Al Qur'an telah benar benar menjadi "sahabat" dalam keseharian kita,* maka sahabat/khodam/prewangan dr bangsa jin akan _dengan sendirinya pergi._

Persoalannya kemudian, _kenapa kita yang sudah membaca Al Qur'an, kadang masih mengalami gangguan?_

Mungkin perlu meluangkan *waktu lebih banyak* untuk bersama Al Qur'an, *membaca terjemahan dan tafsirnya.*

Hingga seperti kalimat Sawad Ibnu Qarib diatas
_"Kitabulloh adalah sebaik-baik pengganti."_

*Kualitas interaksi dg Al Qur'an*
Persoalan kita mungkin disini. Dan ini kuncinya. 📌

Ini pula mungkin yg menyebabkan Sawad Ibnu Qarib dg "mudah" melepas masa lalunya.
Sangat simple.
_Tanpa ribet dalam proses 'pelepasan diri'._

Cukup *fokus pd kualitas interaksinya dg Al Qur'an.*

Wallohua'lam.

M. Nadhif Khalyani
RLC Indonesia

Di Share kembali oleh :
*RQS Konsultasi Psikoterapy Ruqyah Syar'iyyah Bekasi* whatsaaap 0817 6866 747
ruqyahquranicsolution.blogspot.com

Jumat, 10 Agustus 2018

Susah jodoh



Sihir Musnah Ketika Melewati Lautan
(Susah Jodoh)
==============================
Berikut Ini Kabar Gembira dari salah satu Alumni RLC, smg mjd semangat baru bagi kita. aamiin

Dahlia : Assalamualaikum Ust Nadhif.

Mohon ijin testimoni. Maaf kalau agak panjang.

Saya Dahlia (nama samaran) yg beberapa bulan yang lalu pernah ke Lumajang bersama saudara sepupu yg anak gadisnya mengalami autisme sejak lahir.

Kasus saya adalah tertutupnya jodoh. Setiap kali ada laki2 yang mau selalu mengurungkan niatnya dengan alasan yang tidak jelas. Masalah itu terjadi sampai kurang lebih 17x terhitung mulai saya putus dengan pacar sekitar th 1998.

Dahlia : Seperti yg Ust Nadhif ajarkan dan Ust2 lain juga, saya berusaha iatiqomah rukyah mandiri selama kurang lebih satu tahun.

Juga mandi air hujan, bersyukur dan bertobat secara detail. Mengikhlaskan yang sudah terjadi meski agak sulit. Ditambah dengan sholat2 sunnah, berusaha jamaah di masjid sesering mungkin, istiqfar setiap saat, dsb.

Dahlia :

DAN ALHAMDULLILAH, BERKAT RIDHO DAN PERTOLONGAN ALLAH PERLAHAN SIHIR ITU LEPAS.

Dahlia : Tgl xx November kemarin, tepatnya hari xx, saya telah melangsungkan akad nikah dg laki2 berkebangsaan Inggris keturunan Mesir.

Subhanallah, dia datang jauh2 dari Inggris untuk saya. Menerima saya apa adanya. Bahkan saya katakan kalau menikah dengan saya yg berusia menjelang 50 th jangan berharap terlalu besar untuk punya anak. Dia terima.

Subhanallah, agamanya juga bagus. Sholatnya, bacaan Al Qurannya juga bagus. Dan ternyata dia adalah Arabic native speaker. Waktu akad nikah kemarin menggunakan bhs Arab yg diterjemahkan ke dalam bhs Inggris (Dia tidak bisa bhs Indonesia sama sekali).

Dahlia : Saya tidak henti2 nya bersyukur. Usaha saya selama puluhan tahun membuahkan hasil. Terutama setelah saya mengenal rukyah versi RLC pimpinan Ust Nadhif. Semoga Allah membalas dengan barokah yg berlipat ganda. Amiin.

Dahlia : Pertanyaan yg tiba2 muncul di pikiran saya:  Selama ini saya selalu mengalami kegagalan. Disukai laki2 tapi begitu melihat saya atau merasakan energi saya tiba2 menggurungkan niatnya. Dan semua laki2 yg menolak saya itu adalah orang2 yg tinggal di tanah Jawa. Sedangkan beliau, suami saya adalah laki2 yg berasal dari negara lain. Yg jaraknya dipisahkan oleh lautan bahkan benua. Apakah ini karena sihir tidak bisa menyebrang laut atau benua? Atau karena memang kualitas keimanan beliau memang bagus sehingga sihir tidak mempan? Mohon pencerahannya?

m.nadhif khalyani: Tidak In syaa Alloh.
Sihir bisa bekerja dimana sj.

Tp sihir itu lemah. Kondisi diri kita lah yg telah membuatnya kuat.

Jgn prnah menganggap sihir itu kuat.

Perbaikan diri adalah kunci terbaik dlm hidup, juga jalan keluar dari masalah, juga benteng terbaik dr syaithan.

m.nadhif khalyani: Selamat ya Mba.
Baarakallohu fiikuma.

Smg keluarga Mba diberkahi selalu.

Smg dikaruniai anak2 sholih dan shalihah.

Tdk ada yg mustahil.
Terus berdoa dan prbyk doa.

Cb buka kembali artikel sy di RLC, judulnya Doa Dalam Kemustahilan.

Smg Alloh ijabah semua hajat kita.

Aamiin.

Dahlia : Saya masih menyimpan artikel yg berjudul 'Doa Dalam Kemustahilan'. Sungguh saya termotivasi dg artikel itu. Membuat saya yakin dengan kebesaran

Yakini bahwa sihir itu lemah, dan terus berdoa.

Semoga Alloh ijabah.

Baarakallohu fiikum

Nadhif - RLC

Di share abibfaqieh elwastafy alumni Rlc
Konsultasi dsnSihir Musnah Ketika Melewati Lautan
(Susah Jodoh)
==============================
Berikut Ini Kabar Gembira dari salah satu Alumni RLC, smg mjd semangat baru bagi kita. aamiin

Dahlia : Assalamualaikum Ust Nadhif.

Mohon ijin testimoni. Maaf kalau agak panjang.

Saya Dahlia (nama samaran) yg beberapa bulan yang lalu pernah ke Lumajang bersama saudara sepupu yg anak gadisnya mengalami autisme sejak lahir.

Kasus saya adalah tertutupnya jodoh. Setiap kali ada laki2 yang mau selalu mengurungkan niatnya dengan alasan yang tidak jelas. Masalah itu terjadi sampai kurang lebih 17x terhitung mulai saya putus dengan pacar sekitar th 1998.

Dahlia : Seperti yg Ust Nadhif ajarkan dan Ust2 lain juga, saya berusaha iatiqomah rukyah mandiri selama kurang lebih satu tahun.

Juga mandi air hujan, bersyukur dan bertobat secara detail. Mengikhlaskan yang sudah terjadi meski agak sulit. Ditambah dengan sholat2 sunnah, berusaha jamaah di masjid sesering mungkin, istiqfar setiap saat, dsb.

Dahlia :

DAN ALHAMDULLILAH, BERKAT RIDHO DAN PERTOLONGAN ALLAH PERLAHAN SIHIR ITU LEPAS.

Dahlia : Tgl xx November kemarin, tepatnya hari xx, saya telah melangsungkan akad nikah dg laki2 berkebangsaan Inggris keturunan Mesir.

Subhanallah, dia datang jauh2 dari Inggris untuk saya. Menerima saya apa adanya. Bahkan saya katakan kalau menikah dengan saya yg berusia menjelang 50 th jangan berharap terlalu besar untuk punya anak. Dia terima.

Subhanallah, agamanya juga bagus. Sholatnya, bacaan Al Qurannya juga bagus. Dan ternyata dia adalah Arabic native speaker. Waktu akad nikah kemarin menggunakan bhs Arab yg diterjemahkan ke dalam bhs Inggris (Dia tidak bisa bhs Indonesia sama sekali).

Dahlia : Saya tidak henti2 nya bersyukur. Usaha saya selama puluhan tahun membuahkan hasil. Terutama setelah saya mengenal rukyah versi RLC pimpinan Ust Nadhif. Semoga Allah membalas dengan barokah yg berlipat ganda. Amiin.

Dahlia : Pertanyaan yg tiba2 muncul di pikiran saya:  Selama ini saya selalu mengalami kegagalan. Disukai laki2 tapi begitu melihat saya atau merasakan energi saya tiba2 menggurungkan niatnya. Dan semua laki2 yg menolak saya itu adalah orang2 yg tinggal di tanah Jawa. Sedangkan beliau, suami saya adalah laki2 yg berasal dari negara lain. Yg jaraknya dipisahkan oleh lautan bahkan benua. Apakah ini karena sihir tidak bisa menyebrang laut atau benua? Atau karena memang kualitas keimanan beliau memang bagus sehingga sihir tidak mempan? Mohon pencerahannya?

m.nadhif khalyani: Tidak In syaa Alloh.
Sihir bisa bekerja dimana sj.

Tp sihir itu lemah. Kondisi diri kita lah yg telah membuatnya kuat.

Jgn prnah menganggap sihir itu kuat.

Perbaikan diri adalah kunci terbaik dlm hidup, juga jalan keluar dari masalah, juga benteng terbaik dr syaithan.

m.nadhif khalyani: Selamat ya Mba.
Baarakallohu fiikuma.

Smg keluarga Mba diberkahi selalu.

Smg dikaruniai anak2 sholih dan shalihah.

Tdk ada yg mustahil.
Terus berdoa dan prbyk doa.

Cb buka kembali artikel sy di RLC, judulnya Doa Dalam Kemustahilan.

Smg Alloh ijabah semua hajat kita.

Aamiin.

Dahlia : Saya masih menyimpan artikel yg berjudul 'Doa Dalam Kemustahilan'. Sungguh saya termotivasi dg artikel itu. Membuat saya yakin dengan kebesaran

Yakini bahwa sihir itu lemah, dan terus berdoa.

Semoga Alloh ijabah.

Baarakallohu fiikum

Nadhif - RLc & Terapi Ruqyah
Kirim pesan via wa di 0817 6866 747

Minggu, 05 Agustus 2018

Ikuti Terapi Ruqyah Massal di Bekasi

*"Dengan Izin Allah Al-Qur'an Menjadi Sumber Peyembuh & Jawaban Dari Setiap Permasalahan Anda"*

◼Anda memiliki penyakit yang tak kunjung sembuh?
◼Sudah berobat kemana-mana tapi belum juga ada kesembuhan?
◼Cek medis tidak ada vonis dari medis?
◼Mendambakan Keluarga anda yang Samara & harmonis?
◼Ingin Keluar dari kemandegan hidup/Sulit Move on?
◼Ingin mendapat Rizki yang halal dan bebas riba?
◼Sering merasa resah dan gelisah?
◼Tidur sering tidak nyaman?
◼Mimpi yang tidak enak, (jatuh dari ketinggian,  dikejar kejar orang,  melihat kuburan,  digigit hewan buas,  melihat tikus,  sering didatangi laki laki atau perempuan, dll)
◼Erep-erep ketika tidur atau ketindihan?
◼Merasa ada yang mengikuti ketika sendiri?
◼Mencium bau aneh tanpa ada sumber yang jelas?
◼Melihat atau merasakan keberadaan mahluk ghoib?
- Dll

🔖 *Lalu Anda bingung mau kemana yah berobatnya*

🖍Ketika kegalauan dan kegundahan hadir sangat lah membuat hidup terasa sangat menjadi menjenuhkan, terasa Allooh tidak hadir untuk kita,  wahai sahabat ketahuilah bahwa Allooh itu dekat...  Hanya saja Kita yang belum faham bagaimana cara mendekat dan agar Allooh medekat kepada kita.....

💡 *Yuk temukan jawabannya di acara BEKASI MERUQYAH, Tanpa Buka Aib, Diagnosa Mandiri,  Ruqyah Mandiri,  Meruqyah Tanpa Kesurupan*💡

Jadi teringat bahasa Ustadz saya ketika ada yang mau konsultasi kebeliau Pasien bertanya takut kalau nanti kesurupan, lalu beliau jawab
🔘 *Mau kesurupan apa kesembuhan?*
(senyum sendiri iya juga yah...)

💡 *QHI Bekasi Raya hadir untuk Anda*

Semoga bisa menjadi salah satu jalan kesembuhan dari Allooh atas semua permasalahan hidup anda...

🖋 *Hadiri dan catat tanggal nya :*

🗓 Tanggal: Ahad 05-08-2018
☪ Tempat: Masjid Al-Ghodfan
⏰pukul 08.00
🏡 Alamat: Gerbang Gading Terrace - Villa Mutiara Gading 2 - Desa Karang Satria - Kec Tambun Utara Bekasi

🌏 Google map masjid
https://goo.gl/maps/x611aBDFV7m

Bersama Nara sumber
🎙 *Ust.  Abi Faqieh Elwastafy*
"Ketua DPD QHI Bekasi Raya"
"Founder Ruqyah Qur'anic Solution"

🎙 *Ust. Umar Al Fatih, S. Pd. I*
"Sekretaris DPD QHI Bekasi Raya"
"Praktisi Ruqyah Syar'iyyah"
"Anggota dari ARSY"

📞 Contac Person: 085772118022 (firdaus)

🔘 Yuk jangan buang kesempatan besar ini

🗳 *GRATIS & Siapkan Infaq Terbaik Anda*

📲 Jika info ini bermanfaat bagi anda silahkan share ke kerabat atau sahabat

Rabu, 11 Juli 2018

Manfaat Daun Bidara secara Medis


Manfaat dan Khasiat Daun Bidara Secara Medis yang Perlu Di Ketahui :

1. Didalam bidara terdapat senyawa anti bakterial yang sangat ampuh menyembuhkan penyakit yang berasal dari penyebaran virus seperti flu, pilek, flu burung bahkan virus HIV Aids.

2. Senyawa anti oksidan juga ditemukan terkandung didalam daun bidara. Dimana senyawa ini sangat efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan virus penyakit.

3. Dapat mengatasi keluhan-keluhan seputar lambung seperti maag, tukak lambung hingga kanker lambung.

4. Mampu meringankan bahkan mencegah penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung

5. Kandungan glikemik yang rendah dipercaya dapat menyembuhkan penyakit diabetes.

6. Memiliki komposisi fitokimia dan kimia yang sangan berguna untuk kesuburan rambut seperti memanjangnkan, menghitamkan serta menebalkan rambut.

7.Membersihkan kulit dari kotoran, mencegah kerusakan kulit serta mampu mengurangi minyak berlebih di wajah.

8. Khasiatnya sebagai anti oksidan mencegah serta mengatasi pertumbuhan-pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam tubuh seperti kanker, tumor, kista, dll.

9. Memiliki kandungan anti septik yang dapat digunakan untuk mengobati luka ringan.

10. Memberikan peremajaan kembali sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan sehingga dapat kembali normal

11. Daun bidara yang masih muda, dapat digunakan untuk mengobati keluhan-keluhan seputar permasalahan kewanitaaan seperti keputihan, dan haid yang tidak lanacar

12. Didalam daun bidara juga terdapat kandungan mineral dan kalsium tinggi yang berkhasiat yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi

13. Dapat mengatasi keluhan ejakulasi dini atau lemah syahwat pada pria.

14. Senyawa yang dihasilkan dari ekstrak bidara dapat memberikan rasa nyaman pada tubuh sehingga dapat mencegah timbulnya depresi

Selain dari sisi medis, manfaat dan khasiat daun bidara juga dapat dirasakan secara non medis

Manfaat dan Khasiat Daun Bidara Secara Non Medis
Daun Bidara Untuk Memandikan Jenazah
Bidara digunakan untuk memandikan jenazah. Dalam sebuah hadis Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”

Daun Bidara Untuk Menghindarkan Dari Gangguan Jin dan Sihir

Daun ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan gangguan jin dan sihir.

Caranya cukup sederhana, cukup dengan menghaluskan tujuh lembar daun kemudian larutkan didalam air sembari dibacakan ayat kursi, surah al-kafirun, al-ikhlas, al-falaq, dan an-naas.

Selanjutnya sebagian dari air tersebut diminum sebanyak tiga kali dan sebahagiannya lagi digunakan untuk mandi insyaAllah gangguan jin akan hilang.

Demikianlan beberapa manfaat dan khasiat daun bidara secara medis dan non medis semoga dapat meberikan manfaat untuk anda dan keluarga.

Yang berminat sabun bidara dan serbuk bidara yanh sudah kami Ruqyah dengan bacaan Ruqyah spSyar'iyyah, silahkan
Wa 0817 6866 747

Senin, 09 Juli 2018

Kegiatan Ruqyah di Bekasi






Dzikir Pagi Dan Sore

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*


🕌➡ *BACAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG*🕋


➡ KAMI AKAN SELALU MENSHARE DZIKIR PAGI DAN PETANG
➡ BAGI YG SUDAH HAPAL SILAHKAN DIABAIKAN
➡ BAGI YG BELUM MARI KITA BACA TERUS MNERUS WALOPUN DIDEPAN HP INSYAALLAH NANTI BS HAPAL


أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ

الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” Al-Baqarah: 255) (Dibaca pagi dan sore 1x) [1]

Membaca Surat Al-Ikhlas (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlash: 1-4). (Dibaca pagi dan sore 3x). [2]

Membaca Surat Al-Falaq (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”‘ (QS. Al-Falaq: 1-5). (Dibaca pagi dan sore 3x). [3]

Membaca Surat An-Naas (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca pagi dan sore 3x) [4]

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca pagi 1x) [5]

Membaca (Dibaca Sore 1x)

Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”(Dibaca Sore 1x)

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca pagi 1x) [6]

Membaca (Dibaca sore 1x)

Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca sore 1x)

Membaca Sayyidul Istighfar (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca pagi dan sore 1x) [7]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” (Dibaca pagi dan sore 3x) [8]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”(Dibaca pagi dan sore 1x) [9]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” (Dibaca pagi dan sore 1x) [10]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.” (Dibaca pagi dan sore 3x) [11]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca pagi dan sore 3x)[12]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca pagi dan sore 1x) [13]

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca pagi 1x) [14]

Membaca (Dibaca Sore 1x)

Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

“Di waktu sore kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik.” (Dibaca sore 1x)

Membaca (Dibaca setiap hari 10x atau 1x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x [15] atau dibaca 1x pada pagi dan sore) [16]

Membaca (Dibaca setiap hari 100x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca setiap hari 100x) [17]

Membaca (Dibaca Pagi 3x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”(Dibaca pagi 3x) [18]

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” (Dibaca pagi 1x) [19]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca pagi dan sore 100x) [20]

Membaca (Dibaca setiap hari 100x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Dibaca setiap hari 100x) [21]

Membaca (Dibaca Sore 3x)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya.” (Dibaca sore 3x) [22]

_________

Fote Noote:

[1] Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (Lihat Mustadrak Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).

[2] HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih

[3] Ibid.

[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. ( HR. Abu Dawud no. 5082, Shahiih Abu Dawud no. 4241, Annasa-i VIII 250 dan At-Tirmizi no. 3575 , At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih” Ahmad V/312, dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih).

[5] HR. Muslim no. 2723 (75), Abu Dawud no. 5071, dan at-Tirmidzi 3390, shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.

[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.

[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu.

[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539

[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih

[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753

[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.

[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.

[13] HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 575, dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/417 no. 661, Ash-shahiihah no. 227, hasan, dari Anas radhiyallahu ‘anhu

[14] HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wol Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiihal-Jaami’ish Shaghiir no. 4674, shahih

[15] HR. Muslim no. 2693, Ahmad V/420, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 113 dan 114, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/416 no. 660, shaahih.

[16] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih.

[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762

[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwairiyah binti al- Harits radhiyallahu ‘anhuma

[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiih Ibni Majah 1/152 no. 753 Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54,110, dan Ahmad VI / 294, 305, 318, 322. Dari Ummu Salamah, shahih.

[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no. 5296).

[21] HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:قَالَ رَسُو لُ اللهِ صلي الله عليه وسلم : يَااَيُّهَا النَّسُ، تُوبُواإِلَيْ اللهِ. فَإِنِّيْ اَتُوبُ فِيْ الْيَومِ إِلَيْهِ مِانَةً مَرَّةٍ

Dari Ibnu ‘Umar ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.’” HR. Muslim no. 2702 (42).

Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

[إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ]

“Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702 (41)

Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

‘Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.’

Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/282 no. 2381.

Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.

[22] HR. Ahmad 11/290, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 596, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih al-Jaami ‘ish Shaghiir no. 6427

Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii
🕌🕌🕌🕌🕋🕌🕌🕌🕌