Ruqyah Syar'iyyah Bekasi
Kamis, 23 Juli 2020
Makna Ruqyah syar'iyyah
Selasa, 21 Juli 2020
lamaran ruku dan sujud
Rahasia Dibalik Lamanya Ruku’ Dalam Sholat
Shalat lima waktu merupakan perintah yang wajib dijalankan oleh Umat Islam. Kekhusukkan dalam menjalankan salat sangat penting untuk mendapatkan manfaat baik secara agama maupun medis. Ada orang yang dalam salatnya begitu khusuk dan menikmati setiap gerakan-gerakannya.
Namun ada pula yang cepat-cepat agar salat segera selesai. Dua gerakan yang biasanya dilakukan secara kilat ada saat ruku dan sujud. Karena urusan dunia biasanya manusia mempercepat dua gerakan ini agar salat cepat selesai.
Padahal dua gerakan ini memiliki manfaat besar dari segi medis. Jika dilakukan secara cepat, maka manfaat medis dari gerakan ruku dan sujud ini tidak didapatkan secara maksimal. Manfaat medis apa yang dimaksud? Berikut ini ulasannya.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperlama gerakan ruku dan sujud. Menurut Rasulullah lamanya dua gerakan tersebut dapat menggugurkan dosa. Suatu hari Abdullah bin Umar -rodhiallohu anhuma- melihat seorang pemuda sedang shalat, dia memanjangkan shalatnya dan melamakannya, maka beliau bertanya: siapa yang tahu orang itu? Maka ada yang menjawab: Saya.
Beliaupun mengatakan: seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya untuk memanjangkan ruku’ dan sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi -Shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
“Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat; semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan”. (Lihat Silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih).
Dari hadist di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa semakin lama ruku’ dan sujud, maka akan semakin banyak dosa yang akan dilepaskan dari diri manusia. Ternyata tidak hanya dari segi agama saja gerakan yang lama dan khusuk ini memberikan manfaat. Dari segi kesehatan pun, memperlama ternyata gerakan ruku’ dan sujud juga memiliki manfaat besar.
Ruku’ menjadi salah satu gerakan yang ternyata miliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Ruku’ yang sempurna bisa di tandai apabila kita meletakan gelas di punggung maka tidak akan tumpah sebab antara kepala dan tulang belakang atau punggung sejajar.
Selain itu, posisi ruku’ yang sempurna ini juga bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi punggung sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf dan posisi jantung sejajar dengan otak sehingga bagian tengah badan kita bisa teraliri darah dengan sempurna.
Posisi tangan tertumpu pada lutut ini sangat bermanfaat untuk merelaksasikan pada otot-otot bahu sampai ke bawah. Menerut penelitian posisi ruku ini juga sangat bermanfaat untuk melatih kemih sehingga terhindar dari penyakit prostat.
Sementara itu, sujud juga menjadi gerakan dalam shalat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi pada lantai. Posisi sujud ini berguna juga untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah ini kaya akan kandungan oksigen yang bisa mengalir secara maksimal ke otak.
Aliran tersebut sangat berpengaruh terhadap daya pikir seseorang. Oleh seban itu, ada baiknya melakukan sujud dengan tuma’ninah, yakni tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi yang demikian ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Demikianlah ulasan mengenai faedah di balik lamanya ruku’ dan sujud dalam shalat. Jika ingin dosa berguguran, maka lakukan anjuran Rasulullah ini. Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang selalu beriman dan beramal shalat.
Sumber: http://islamidia.com/inilah-manfaat-medis-dibalik-lamanya-ruku-dan-sujud-dalam-sholat/
Senin, 15 Juni 2020
Jumat, 29 Mei 2020
ciri penyakit rohani karena gangguan setan
Kamis, 12 Desember 2019
Senin, 10 Juni 2019
Jenis-jenis penyakit medis dan non medis
_Oleh Syaikh Riyadh Muhammad Samahah_
Penyakit terbagi menjadi dua yaitu
_penyakit jasmani dan penyakit rohani_
*Penyakit jasmani* adalah penyakit yang mengenai tubuh disebabkan oleh mikroba atau virus atau terganggunya fungsi organ tubuh disebabkan oleh satu atau beberapa organisme
*Penyakit Rohani* terjadi karena adanya serangan rohani dari luar terhadap tubuh dan rohani si sakit, lalu unsur luar itu mengalahkan dan menguasainya. para dokter mendefinisikan serangan ini sebagai komponen yang mengubah secara mendadak susunan elektrik otak, bisa jadi dengan penambahan pada sebagian organ tubuh atau bahkan seluruh organ tubuh lantas menyebabkan pergulatan parsial atau total.Bisa jadi pula berubahnya susunan elektrik itu disebabkan pengurangan, lantas mengakibatkan apa yang dinamakan peluruhan sebagai organ atau peluruhan seluruh organ tubuh.
Bisa jadi yang nampaknya penyakit fisik belum tentu penyakit fisik. Ruh adalah pusat kendali yang mengontrol akal, hati, dan saraf oleh karenanya penyakit itu pasti juga menyerang akal, jiwa dan saraf
Maka bisa diteliti lebih dalam penyakit fisik itu ada dua macam bisa jadi penyakit fisik murni dan bisa juga penyakit fisik rohani
ada yang masuk dalam kategori penyakit fisik murni ada juga yang termasuk penyakit fisik rohani sekaligus
*1.Fisik murni* terapinya secara fisik juga karena penyakit fisik harus diubah secara fisik yakni kedokteran manusia.
*2.Rohani fisik* dan mengakibatkan ekses buruk secara fisik pula, berdasarkan eksperimen di bidang terapi pengobatan, terbuktilah bahwa jin mempunyai kemampuan untuk menyerang fisik secara langsung. serangannya dapat menimpa semua anggota tubuh sakit, seperti lumpuh, tuli, bisu dan buta
jin mampu menguasai pusat saraf kendali lalu menyerang tubuh dengan penyakit ini dan lainnya salah
satu contoh dari jenis kedua ini adalah sebuah kisah nyata:
seorang perempuan menderita penyakit kronis pada payudara, nyeri sebelah kanan para dokter sudah memutuskan bahwa organnya itu harus diangkat, singkat kata pengangkatan payudara kanannya berjalan tuntas dengan pembedahan, tak berselang beberapa lama ia kembali mengeluhkan rasa sakit yang sama pada payudara kirinya. Dengan diagnosa medis dokter menetapkan bahwa payudara kiri itu juga terserang penyakit kronis yang sama, sehingga harus diangkat pula keluarganya terperanjat mendengar penjelasan ini lalu mereka mencoba berobat dengan terapi Alquran al-karim sesudah dibacakan beberapa ayat kepada si sakit jin berbicara dengan menggunakan lidah perempuan itu dan memberitahu kita bahwa dialah penyebab dari penyakit tersebut ia berencana untuk menyerang lutut sebagaimana serangannya terhadap dua payudara. Dengan nasehat penyampaian ajaran Islam dan Terapi Alquran, jin itu akhirnya mau meninggalkan nyonya ini, ia meminta agar kami bersedia memaafkannya sanh nyonya juga memaafkannya lalu ia mengucapkan salam dan pergi. Hilanglah semua rasa sakit yang selama ini dirasakan Sang nyonya dengan pemeriksaan medis dibuktikan bahwa ia sudah sembuh 100%
masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa jin memang memiliki kemampuan untuk menyerang manusia dan mengakibatkan berbagai macam penyakit yang mengenai salah satu anggota tubuh manusia, sehingga secara lahiriyah yang terlihat menderita penyakit fisik. Oleh karenanya ia berobat secara medis kepada dokter, tetapi pengobatan yang diberikan dokter tak berguna sama sekali. Masih banyak jenis penyakit lain yang secara lahiriyah tampak sebagai penyakit fisik, tetapi akibatnya tidak demikian. Itu adalah jenis penyakit ruhani fisik. Fengan diterapi dengan Alquran dan berinteraksi dengan jin penyebabnya maka penyakit fisik itu akan sirna.
*3. Fisik dan rohani*
ada juga orang yang terkena penyakit fisik sekaligus penyakitnya rohani. Orangnya harus berobat dengan dua jenis terapi fisik (medis manusia) dan Ruhani ( Terapi dgn Al-Quran )
maksud dari perkataan kami barusan bukanlah bahwa kita tidak boleh memohon kepada Allah di dalam mengobati penyakit fisik dan tidak boleh meminta pertolongan dengan kalam Allah, mengapa? sebab terdapat dalil dalil shahih yang berisi usaha pengobatan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat tabi'in dan tabi'ut tabi'in dengan Alquran al-karim dari semua penyakit dan derita sakit baik yang bersifat fisik maupun yang bersifat rohani.
walau demikian khusus berkenaan dengan penyakit fisik maka selain kita berharap kesembuhan kepada Allah dan berobat dengan kallamullah Alquran, maka kita juga harus menempuh usaha lahiriah yakni terapi fisik, karena keimanan kita mewajibkan hal itu. Usaha lahiriyah tidak bertentangan dengan keyakinan hati, bahkan keduanya harus dijalankan secara beriringan.
*4. Adapun untuk penyakit rohani murni dan penyakit rohani fisik* pengobatannya dengan terapi fisik tak menghasilkan apapun. lebih dari itu penyakit sampingan pun datang bertahta pada tubuh si sakit, keadaan ini mengharuskan si sakit menjalani pengobatan lain untuk menangkal sakit sampingan yang disebabkan oleh penyakit utama yang tak kunjung sembuh.
Oleh karena itulah maka pada dua jenis penyakit ini, yakni penyakit ruhani murni dan penyakit ruhani fisik, saya sarankan untuk menghentikan obat fisik, karena manfaatnya sangat sedikit . Padahal di sisi lain, penyakit yang mendera tubuh semakin ganas, semakin gawat dan kian kronis
sesungguhnya salah satu kepentingan kita memisahkan antara penyakit fisik atau jasmani dan penyakit ruhani ini adalah untuk menentukan program terapi yang tepat. jika penyakit itu termasuk penyakit fisik maka kita harus segera berobat dengan obat-obat fisik yang ada sembari tetap berharap kepada Allah dengan doa-doa khusus,membaca ayat-ayat penyembuh serta doa-doa yang termaktub di dalam kitab dan Sunnah yang berhasiat untuk menolak bala dan petaka. Yakinlah bahwa Allah subhanahu wa ta'ala maha dekat dan maha menerima doa
Sedangkan bila penyakit itu tergolong penyakit ruhani maka hendaklah si penderita tidak menggunakan terapi alat farmasi medis. Kami menyarankannya untuk menghemtikam berbagai terapi medis yang selama ini dilakukan, karena fokus pembicaraan kami pada waktu itu sudah beralih pada usaha mendiagnosis penyakit ruhani apa yang ia derita. kami akan menentukan apakah penyakit itu diakibatkan oleh gangguan setan dengan sebab-sebab yang akan kami jelaskan pada waktunya nanti insya Allah ataukah disebabkan oleh sihir dalam berbagai bentuknya termasuk yang bersifat setani seperti pendarahan yang diderita perempuan pada kemaluannya, serta masalah pembalut ataukah di akibatkan penyakit rohani berupa dengki atau lainnya
๐Ditulis untuk grup wa Ruqyah Quranic Solution Bekasi, DPD QHI Bekasi, 0817 6866 747
_๐ Disadur dari buku syekh Riyadh Muhammad samahah_ *cara Penyembuhkan dengan Alquran* (silakan beli versi lengkapnya di RLC Publishing)
*๐นSemoga Bermanfaat๐น*












